Ketua Gugus Tugas Sinkronisasi Pemerintahan Prabowo-Gibran, Sufmi Dasco Ahmad enggan membocorkan susunan kabinet Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Dasco mengatakan, saat ini Prabowo masih menggodok tokoh terbaik dari partai politik (parpol) pendukung maupun profesional nantinya ditugaskan sebagai menteri.
“Bocoran nama-nama belum dapat kami sampaikan karena pada saat ini Pak Prabowo sedang menyinkronkan antara nomenklatur-nomenklatur kementerian baik yang lama maupun yang baru dengan nama-nama yang ada hasil pen-sinkronisasikan baik dari parpol maupun dari profesional,” kata Dasco di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu, (17/8/2024).
Namun demikian, Ketua Harian Partai Gerindra ini mengungkapkan bakal ada beberapa nama yang mendapat tugas khusus di luar kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran.
Salah satunya, mantan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi. Namun, Dasco belum dapat memerinci tugas khusus di luar kabinet.
“Ada juga yang akan mendapat penugasan-penugasan khusus beberapa orang, di antaranya mantan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang akan mendapat penugasan khusus di luar kabinet,” ungkap Dasco.
Diketahui, pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih periode 2024-2029 rencananya dilakukan pada 20 Oktober 2024.
Prabowo telah membentuk Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran untuk memastikan transisi pemerintahan berjalan dengan cepat dan lancar.
Gugus tugas ini diketuai oleh Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad. Lalu, wakilnya diduduki oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani.
Sedangkan anggota ada Tommy Dwijandono, Budisatrio Djiwandono, Prasetyo Hadi, dan Sugiono.
Namun, tidak ada nama elite atau kader partai Koalisi Indonesia Maju (KIM) dalam gugus tugas tersebut.
Padahal, Prabowo-Gibran menang Pilpres 2024 berkat dukungan KIM yang terdiri dari Partai Gerindra, Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Garuda, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dan Partai Gelora.
Gugus tugas ini sempat mendatangi kantor Kementerian Keuangan dan diterima oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani beserta jajarannya pada 31 Mei 2024.
(Sumber)





