Politiknesia.com

Esensi Hari Pendidikan Nasional

Hari ini, Selasa 2 Mei 2023, bangsa ini kembali memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hadiknas). Hardiknas sejatinya bukan sekadar mengenang jasa pejuang pendidikan, melainkan juga melanjutkan perjuangan mereka dalam upaya membebeskan segenap warga dari kebodohan.

Kebodohan menjadi salah satu penyebab kemiskinan dan lahinrya berbagai tindakan amoral. Karena itu, hanya dengan modal pendidikan, bangsa ini dapat terlepas dari belenggu kebodohan.

Saking pentingnya pendidikan bagi kemajuan bangsa, maka tidak heran jika negara-negara di dunia berlomba-lomba agar warganya mendapatkan hak yang sama dalam pendidikan. Negara-negara maju di dunia dapat dipastikan sangat memprioritaskan sektor pendidikan sebagai penopang kemajuan. Jepang, Finlandia, Inggris, dan Singapura adalah sederet contoh negara maju karena perhatiannya yang begitu besar terhadap dunia pendidikan.

Indonesia memang negara besar dengan jumlah penduduk dan kekayaan alam yang berlimpah. Sayangnya, keberlimapahan sumber daya alam tidak serta merta membuat bangsa ini menjadi negara maju.

Salah satu faktornya adalah kurangnya perhatian terhadap sektor pendidikan. Hal ini dapat dilihat dari setumpuk persoalan di dunia pendidikan yang hinggi kini belum tuntas. Meningkatnya anak putus sekolah menjadi salah satu persoalan serius yang dihadapi bangsa ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka putus sekolah di Indonesia meningkat pada 2022 sejak 2019. Kondisi tersebut terjadi di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD)/Sederajat, Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Sederajat, hingga Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sederajat. Secara rinci, angka putus sekolah di jenjang SMA mencapai 1,38% pada 2022.

Ini menandakan terdapat 13 dari 1.000 penduduk yang putus sekolah di jenjang tersebut. Persentase tersebut menjadi yang terbesar dibandingkan jenjang pendidikan lainnya. Angkanya juga tercatat naik 0,26% poin dibandingkan pada tahun sebelumnya yang sebesar 1,12%.

Angka putus sekolah di jenjang SMP tercatat sebesar 1,06% pada 2022. Persentase tersebut juga meningkat 0,16% poin dari tahun lalu yang sebesar 0,90%. Terakhir, angka putus sekolah di jenjang SD juga masih terbilang sebesar 0,13%. Persentasenya lebih tinggi 0,01% poin dibandingkan pada 2021 yang sebesar 0,12% (Cnbcindonesia.com, 28/11/2022).

Pendidikan Kesetaraan

Persoalan putus sekolah perlu menjadi perhatian semua pihak dan harus dicarikan solusinya. PKBM sebagai penyelenggara pendidikan kesetaraan hadir di tengah masyarakat memang didesain untuk mengatasi persoalan tersebut.

Program pendidikan kesetaraan merupakan layanan pendidikan pada jalur pendidikan nonformal yang bertujuan memberikan pelayanan pendidikan kesetaraan dengan menyelenggarakan pendidikan yang mencakup program Paket A setara SD/MI, Paket B setara SMP/MTs, dan Paket C setara SMA/MA.

Menurut Muksin Kalida, dkk (2014), PKBM diselenggarakan bertujuan untuk memberikan layanan pendidikan nonformal sebagai penambah, pengganti, dan pelengkap pendidikan formal bagi warga masyarakat yang membutuhkan pengetahuan, keterampilan kecakapan hidup, mengembangkan sikap dan kepribadian, mengembangkan diri untuk berusaha mandiri atau melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi dalam rangka pemberdayaan masyarakat.

Sementara Kintamani (2012) menyatakan, layanan pendidikan yang dilakukan oleh masyarakat pada jalur pendidikan nonformal mempunyai dimensi yang sangat luas, karena dapat meningkatkan ilmu pengetahuan, keterampilan dan sikap kepribadian peserta didik.

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebagai layanan pendidikan kesetaraan perlu ditingkatkan lagi agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang selama ini belum tersentuh layanan pendidikan. Layanan ini benar-benar diperuntukkan bagi anak-anak yang kurang mampu atau miskin.

Akhirnya, Selamat Hari Pendidikan Nasional. Semoga Hardiknas tahun ini menjadi momentum bagi bangsa ini untuk membenahi sektor pendidikan menjadi lebih baik. Sebab, tanpa perbaikan dunia pendidikan, bangsa ini sulit naik level menjadi negara maju.

Imam Syafei Alumni Golkar Institute YPL 08 {golkarpedia}

Leave a Reply