Politiknesia.com

Ini Jurus Menko Airlangga Tumbuhkan Ekonomi RI 5,3% di Tahun 2023

Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini dalam tren positif. Pemerintah optimistis tahun ini pertumbuhan ekonomi berada pada level 5,3%.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan secara fundamental, indeks keyakinan konsumen masih di level optimis di atas 100, PMI Manufaktur 51,2, neraca perdagangan menunjukkan tren positif selama 33 bulan, dan rasio utang luar negeri terhadap PDB dalam level aman.

Sedangkan dari segi ekonomi digital, pada 2022 Indonesia menguasai 40% ekonomi digital ASEAN dan nilai ekonomi digital Indonesia diprediksi mencapai US$ 130 miliar pada 2025, dan akan terus meningkat di sekitar US$ 300 miliar pada 2030.

 

“Di dua tahun terakhir, perilaku masyarakat semakin contactless. Dan ini salah satunya ditopang oleh layanan e-commerce dan on-demand, seperti ride hailing atau ojol (ojek online), online food delivery, dan juga bisnis logistik berbasis online,” kata dia dalam acara Executive Forum disiarkan secara virtual, Kamis (9/3/2023).

Dia menyebutkan realisasi potensi ekonomi digital Indonesia sendiri didukung oleh beberapa hal yakni jumlah penduduk Indonesia yang sebagian dalam usia produktif, posisi Indonesia sebagai peringkat ke-6 negara dengan jumlah startup terbesar di dunia karena memiliki lebih dari 2.400 startup, dan penetrasi internet Indonesia yang telah mencapai 76,8%.

Ekonomi digital juga diangkat sebagai salah satu pilar strategis Keketuaan ASEAN Indonesia 2023 agar dapat mengakselerasi transformasi digital yang inklusif untuk mengurangi kesenjangan digital di kawasan. Hal itu selaras dengan tekad Indonesia yang ingin memperkuat ASEAN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kawasan.

Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,3% pada 2023, kolaborasi dan sinergi semua pihak perlu terus didorong, terutama peran dari korporasi maupun rumah tangga. Hasil asesmen menunjukkan bahwa tabungan rumah tangga dan korporasi semakin meningkat secara signifikan di masa pandemi dan belum dioptimalkan kembali untuk ekspansi dan belanja di tahun 2023.

“Oleh karena itu konsumsi dan investasi perlu didorong di tahun 2023, dan target investasi di tahun 2023 ini Rp 1.400 triliun, akan meningkat menjadi Rp 1.650 triliun di tahun 2024. Nah ini bagi Indonesia untuk meredam volatilitas global yang masih berlangsung,” jelas dia.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu mengungkapkan pemerintah optimis kinerja ekonomi akan kuat.

Apalagi pemerintah menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebagai peredam untuk menuju transformasi ekonomi.

“APBN akan menjadi shock absorber untuk melanjutkan transformasi ekonomi dalam jangka pendek dan menengah,” ujar dia.(Sumber)

 

Leave a Reply