Politiknesia.com

Jadi Gubernur Terkaya di Indonesia, Darimana Sumber Kekayaan Sherly Tjoanda?

Sherly Tjoanda resmi dilantik sebagai Gubernur Provinsi Maluku Utara periode 2025-2030 pada Kamis, 20 Februari 2025.

Ia dilantik bersama 961 kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Sherly Tjoanda bukan hanya dikenal karena kinerjanya yang mengesankan, tetapi juga karena statusnya sebagai istri dari mendiang pengusaha Benny Laos serta gubernur terkaya di Indonesia.

Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diserahkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Sherly Tjoanda tercatat memiliki kekayaan mencapai Rp709 miliar.

Jumlah tersebut bahkan melampaui kekayaan Bobby Nasution, menantu Presiden Joko Widodo yang menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara dengan kekayaan sekitar Rp57.5 miliar.

Dengan kekayaan sebesar itu, sebagai gubernur terkaya di Indonesia, dari mana sebenarnya sumber kekayaan Sherly Tjoanda berasal?

Sumber Kekayaan Sherly Tjoanda
Jika ditelusuri, sumber kekayaan Sherly Tjoanda tidak lepas dari sosok mendiang suaminya, Benny Laos, seorang pengusaha berpengaruh asal Maluku Utara.

Benny dikenal sebagai pengusaha sukses yang membangun sejumlah bisnis strategis di wilayah timur Indonesia.

Setelah kepergiannya di masa kampanye, seluruh harta peninggalannya diwariskan kepada Sherly Tjoanda, termasuk berbagai aset produktif dan portofolio bisnis keluarga.

Berikut adalah sumber kekayaan Sherly Tjoanda yang berasal dari mendiang suami Benny Laos:

1. Hotel Bela Ternate

Salah satu sumber utama kekayaan Sherly Tjoanda berasal dari sektor perhotelan melalui Hotel Bela Ternate, yang berdiri sejak 19 Desember 2007 di bawah naungan Bela Group.

Awalnya bernama Amara, hotel ini merupakan waralaba dari Singapura sebelum akhirnya melakukan rebranding menjadi Hotel Grand Dafam Bela Ternate pada 1 Oktober 2016 dan naik kelas menjadi hotel bintang empat.

Dengan fasilitas modern, seperti ballroom, ruang konferensi, serta pemandangan laut yang indah, hotel ini menjadi ikon pariwisata di Maluku Utara.

2. Bisnis Pelayaran
Di sektor maritim, mendiang Benny Laos mendirikan Bela Shipping, perusahaan pelayaran yang fokus pada jasa pengiriman barang antar pulau.

Terinspirasi dari kondisi geografis Maluku Utara yang terdiri dari banyak pulau, ia melihat potensi besar di bidang logistik laut.

Dengan memiliki armada kapal kargo sendiri, usaha ini tidak hanya menjadi sumber kekayaan, tetapi juga membantu memperlancar distribusi barang di wilayah timur Indonesia.

Kini, bisnis tersebut menjadi salah satu pilar ekonomi keluarga Sherly Tjoanda yang tetap beroperasi dan memberi kontribusi terhadap pemerataan ekonomi daerah.

3. Bisnis Perikanan
Selain hotel dan pelayaran, Bela Group juga menekuni bisnis perikanan, khususnya pengolahan ikan tuna dengan teknologi cold storage.

Sistem penyimpanan ini menjaga kualitas ikan tetap segar hingga sampai ke pasar ekspor, terutama Amerika Serikat.

Produk perikanan ini memiliki nilai jual tinggi dan menjadi salah satu komoditas unggulan dari Maluku Utara.

Harta Kekayaan Sherly Tjoanda

Menurut data LHKPN KPK, Sherly Tjoanda kini memiliki kekayaan total mencapai Rp709 miliar, menjadikannya pejabat daerah dengan aset pribadi tertinggi di Indonesia.

Berikut rincian kekayaan Sherly secara detail:

1. Tanah dan Bangunan: Rp201.133.967.263
Tanah dan bangunan 757 m²/1.200 m² di Kota Manado, hasil sendiri – Rp410.000.000
Tanah 379 m² di Kota Manado, hasil sendiri – Rp180.000.000
Tanah 371 m² di Kota Ambon, hasil sendiri – Rp150.000.000
Tanah 12.000 m² di Pulau Morotai, hasil sendiri – Rp120.000.000
Tanah 21.992 m² di Pulau Morotai, hasil sendiri – Rp186.932.000
Tanah 6,7 m² di Pulau Morotai, hasil sendiri – Rp67.000.000
Bangunan di Pulau Morotai, hasil sendiri – Rp200.020.035.263
2. Alat Transportasi dan Mesin: Rp7.063.315.200
Mobil Land Rover Range Rover (2019) – Rp3.000.000.000
Mobil Lexus (2023) – Rp2.557.000.000
Mobil Toyota Alphard – Rp241.315.200
Motor Kawasaki Rp115.000.000
Mobil Hummer Jeep – Rp1.150.000.000
3. Harta Bergerak Lainnya: Rp37.575.000.000
4. Surat Berharga: Rp245.324.000.000
5. Kas dan Setara Kas: Rp146.173.849.119
6. Harta Lainnya: Rp96.968.144.090
7. Utang: Rp24.478.040.078
8. Total kekayaan bersih (setelah dikurangi utang): Rp709.760.235.594.(Sumber)