Politiknesia.com

Militer Iran Siapkan 10 Skenario Hadapi Serangan Balasan Israel

Militer Iran kabarnya telah mempersiapkan setidaknya 10 skenario untuk menghadapi ancaman serangan balasan Israel.

Keadaan ini muncul setelah Iran melancarkan serangan rudal besar-besaran pada Selasa pekan lalu (1/10/2024), yang menyasar sejumlah pangkalan militer Israel sebagai tanggapan atas pembunuhan para pemimpin Hamas dan Hizbullah baru-baru ini. Israel pun berjanji akan melancarkan serangan balasan yang ‘serius’ dan ‘signifikan’.

Kantor berita Tasnim, yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), melaporkan jika Iran telah mempersiapkan setidaknya 10 skenario dalam menghadapi aksi militer balasan Israel.

“Respons Iran tidak harus setingkat dengan tindakan Israel, tetapi bisa lebih keras dan menyasar target yang berbeda, sehingga meningkatkan efektivitas respons tersebut,” kata seorang sumber yang mengetahui skenario tersebut, seperti dikutip dari RT International, Selasa (8/10/2024).

Menurut sumber tersebut, karena Israel jauh lebih kecil dibandingkan dengan Iran dan memiliki infrastruktur yang ‘lebih sedikit dan lebih sensitif’, serangan balasan Iran dapat menyebabkan ‘masalah yang belum pernah terjadi sebelumnya’.

Selain itu, negara manapun yang membantu Israel dalam serangan potensial ‘akan melewati garis merah Iran dan akan mengalami kerugian’, tegas sumber tersebut.

Pernyataan ini diduga ditujukan kepada AS yang telah berkoordinasi dengan pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu terkait kemungkinan serangan terhadap Iran.

Pekan lalu, Iran mengirim pesan melalui Qatar kepada AS, menyatakan bahwa Teheran tidak akan lagi melakukan ‘pengendalian diri sepihak’.

Pada Minggu (6/10/2024), saluran TV Israel, Kan11, mengeklaim Washington telah menawarkan paket kompensasi kepada Israel agar tidak menyerang situs nuklir atau fasilitas minyak Iran. Namun, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan kepada CNN jika ‘semua opsi masih terbuka’.

Kepala biro politik Hamas Ismail Haniyeh terbunuh di Teheran pada Agustus lalu dalam sebuah serangan udara, meskipun Israel tidak secara resmi mengeklaim bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Adapun Israel mengakui serangan udara yang menewaskan pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah di Beirut akhir bulan lalu dalam kampanye melawan milisi dukungan Iran yang berbasis di Lebanon tersebut.

(Sumber)