Politiknesia.com

Setelah Boris Johnson, Siapa Yang Bakal Duduki Kursi PM Inggris Berikutnya?

Pengunduran diri Boris Johnson sebagai Perdana Menteri Inggris pada Kamis siang (7/7) waktu setempat memunculkan banyak pertanyaan terkait siapa yang akan menggantikannya.

Menurut Reuters, terdapat beberapa calon pengganti Johnson yang salah satunya kemungkinan akan mengisi kekosongan kursi Perdana Menteri Inggris selanjutnya.

Liz Truss

Liz Truss saat ini menjabat sebagai Menteri Luar Negeri dari Partai Konservatif. Ketika Johnson mengumumkan pengunduran dirinya, Truss membatalkan jadwal untuk menghadiri pertemuan para Menlu G20 di Bali.

Selama ini Truss dikenal mengembangkan citra publiknya dengan menggemakan sosok perdana menteri perempuan pertama yang menjabat di Inggris, Margaret Thatcher.

Pada Senin (4/7), Truss mengaku telah mendapatkan 100 persen dukungan dari Johnson, dan mendesak rekan partainya yang lain untuk memberi dukungan.

Selain pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri, perempuan 46 tahun itu juga pernah duduk di kursi Sekretaris Perdagangan Internasional, dan tahun lalu ditunjuk sebagai negosiator utama Inggris dengan Uni Eropa.

Jeremy Hunt

Jeremy Hunt merupakan mantan Menteri Luar Negeri yang berada di urutan kedua setelah Johnson pada pemilihan tahun 2019. Berbeda dengan Johnson, Hunt justru menawarkan gaya kepemimpinan yang lebih serius dan tidak terlalu kontroversial.

Ambisi Hunt untuk menjadi perdana menteri belum juga hilang, dibuktikan dengan keputusannya untuk menggulingkan Johnson dalam mosi tidak percaya bulan lalu, namun dimenangkan Johnson.

Dalam kasus Brexit, Hunt dikenal sebagai tokoh yang mendukung Inggris tetap berada di Uni Eropa (UE). Sehingga belum diketahui apakah ia akan mempertahankan idealismenya atau lebih pragmatis.

Ben Wallace

Ben Wallace merupakan Menteri Pertahanan di bawah kepemimpinan Johnson. Ia mengalahkan Truss sebagai anggota Partai Konservatif yang paling populer berkat penanganannya di Ukraina. Ia menuai pujian ketika departemennya mengevakuasi warga negara Inggris dan sekutunya dari Afghanistan tahun lalu.

Wallace memulai karir politiknya sebagai anggota majelis devolusi Skotlandia pada Mei 1999, sebelum pertama kali terpilih menjadi anggota parlemen Westminster pada 2005.

Rishi Sunak

Meski sudah mengundurkan diri sebagai Menteri Keuangan sejak tahun lalu, Rishi Sunak tetap menjadi kandidat favorit untuk menggantikan Johnson. Dia dipuji karena meluncurkan paket penyelamatan ekonomi Covid-19.

Tapi Sunak kemudian menghadapi kritik karena tidak memberikan bantuan biaya hidup yang cukup kepada rumah tangga. Citranya semakin memburuk setelah terkuaknya status pajak non-domisili istrinya yang kaya dan denda yang dia terima telah melanggar aturan pembatasan Covid-19.

Sajid Javid

Sajid Javid merupakan menteri kabinet pertama yang mengundurkan diri sebagai protes terhadap Johnson atas banyaknya skandal yang melibatkannya.

Sebagai pengagum Thatcher, Javid berhasil menempati posisi keempat dalam kontes kepemimpinan 2019 untuk menggantikan mantan Perdana Menteri Theresa May.

Nadhim Zahawi

Nadhim Zahawi merupakan menteri keuangan yang baru diangkat Johnson. Ia dikenal sebagai menteri vaksin karena berperan untuk meningkatkan program vaksinasi, membuat Inggris memiliki capaikan vaksinasi Covid-19 tercepat di dunia.

Sebelum memasuki parlemen pada 2010, Zahawi turut mendirikan perusahaan jajak pendapat YouGov, di mana ia mendukung upaya Inggris untuk keluar dari UE.

Penny Mordaunt

Penny Mordaunt dipecat oleh Johnson sebagai menteri pertahanan karena mendukung saingannya, Hunt, selama pemilihan pada 2019. Meski begitu, ia menjadi menteri perdagangan junior dan menyatakan kesetiaannya kepada Johnson.

Mordaunt berkampanye untuk meninggalkan Uni Eropa pada 2016 yang sukses menggemakan namanya di surat kabar nasional dan televisi.

Tom Tugendhat

Menjabat sebagai ketua komite urusan luar negeri parlemen, Tom Tugendhat berusaha untuk menggantikan Johnson. Ia dikenal sebagai kritikus tetap Johnson dan menolak Brexit. Namun, ia relatif belum teruji karena belum pernah menjabat di kabinet.

Suella Braverman

Suella Braverman merupakan seorang Jaksa Agung dan pendukung Brexit yang berencana untuk mencalonkan diri sebagai PM. Dia berkampanye untuk meninggalkan UE dan menjabat sebagai menteri junior di departemen Brexit. Tetapi kemudian Braverman mengundurkan diri sebagai protes atas kesepakatan Brexit yang diusulkan Johnson saat itu.(Sumber)

Leave a Reply