Politiknesia.com

Ukraina Tuding Rusia Simpan Persenjataanya di PLTN Terbesar di Eropa

Unit pembangkit listrik di pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia di kota Enerhodar, di selatan Ukraina, ditampilkan pada 12 Juni 2008. Foto: Olexander Prokopenko/AP Photo

Ukraina menuding Rusia menggunakan pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa, Zaporizhzhia, sebagai pangkalan untuk menyimpan persenjataannya dan menembaki daerah di sekitar Ukraina.

Pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia (ZNPP) terletak di sekitar sungai Dnipro, Ukraina, dan sudah dikuasai Rusia beberapa minggu sejak operasi militer khusus Rusia dimulai pada 24 Februari lalu.

Saat ini, ZNPP dikabarkan masih dioperasikan oleh staf Ukraina yang berada di kawasan tersebut.

Dalam sebuah wawancara di saluran televisi setempat, presiden pembangkit listrik tenaga nuklir milik pemerintah Ukraina Energoatom, Pedro Kotin, pada Jumat (15/7) mengatakan situasi di Zaporizhzhia patut diwaspadai.

Hal ini dikarenakan setidaknya sejumlah 500 tentara Rusia berada di sana dan mengendalikan wilayah itu.

“Para penjajah (Rusia) membawa mesin mereka ke sana, termasuk sistem rudal, dari mana mereka telah menembaki sisi lain sungai Dnipro dan wilayah Nikopol,” kata Kotin, dikutip dari AFP.

“Mereka secara fisik mengontrol perimeter. Mesin berat dan truk penjajah dengan senjata dan bahan peledak tetap berada di wilayah pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia,” sambung dia.

Kotin menambahkan, tekanan yang diberikan agar Rusia meninggalkan wilayah tersebut dianggap masih kurang efektif. Ia pun menyinggung peran Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dalam situasi ini.

IAEA merupakan organisasi internasional yang bergerak di bidang pengamanan tenaga nuklir dunia agar tidak disalahgunakan sebagai senjata.

“(IAEA) memainkan beberapa permainan politik, menyeimbangkan antara Rusia dan Ukraina,” tuding Kotin.

IAEA mengatakan, pihaknya perlu mengunjungi ZNPP guna melakukan pekerjaan pemeliharaan penting. Namun, kunjungan ini ditentang oleh pihak Ukraina.

Pasalnya, menurut Energoatom, kunjungan IAEA ke ZNPP hanya akan melegitimasi penduduknya oleh teroris nuklir.

Sebelumnya pada Kamis (14/7), dalam sebuah pernyataan Pimpinan IAEA Rafael Grossi kembali menekankan pentingnya dapat mengunjungi ZNPP.

Tujuan kunjungan ini pun untuk melakukan kegiatan keselamatan, keamanan, dan perlindungan yang penting.

Dalam pernyataan tersebut, Grossi juga menegaskan kembali keprihatinannya soal buruknya kondisi yang sedang dihadapi oleh staf yang sekarang berada di ZNPP serta dampak dari kondisi tersebut pada keselamatan dan keamanan kawasan pembangkit listrik itu sendiri.

Sejak operasi militer khusus Rusia dimulai, IAEA belum dapat mengunjungi ZNPP hingga saat ini.

Wilayah Zaporizhzhia kini sebagian besar berada di bawah kendali Rusia.

Selain itu, separatis pro-Rusia yang berada di wilayah tersebut dikabarkan tengah berencana untuk bergabung ke Rusia dan mengadakan referendum untuk mewujudkan keinginan itu di tahun ini.(Sumber)

Leave a Reply