Sebagai orang yang pernah berAMPI selama dua periode pada masa Kepemimpinan Dave Laksono dan Dito Ariotedjo dan juga sempat maju dalam bursa Caketum Munas AMPI di Bandung 2022, saya prihatin dan ironis mendengar AMPI hari ini hanya menjadi bahan leluconan dan candaan di ruang-ruang diskusi anak-anak muda Partai Golkar
Setelah rapat Pleno DPP AMPI pada 8 Maret 2025 di ruang rapat utama DPP Partai Golkar yang memutuskan penonaktifan Jerry Sambuaga dari kursi Ketua Umum AMPI, disisi lain Jerry menolak keputusan Pleno tsb dan menggelar Pleno beberapa hari setelahnya, salah satu keputusannya adalah mengangkat Arief Rosyid mantan Ketum HMI dan ketua Timses Fanta TKN Prabowo-Gibran, hal ini keputusan gegabah dan mengangkangi AD/ART Organisasi orang yang tidak pernah berproses di AMPI langsung di tetapkan menjadi Wakil Ketua Umum
Isu yg berkembang mulai dari lemahnya kepemimpinan Ketua Umum Jerry Sambuaga, perilaku Sekjennya yang melakukan kekerasan dan pelecehan terhadap pengurus dan anggotanya, serta sejumlah pelanggaran konstitusi organisasi lainnya
AMPI adalah organisasi yang melegenda telah melahirkan banyak tokoh-tokoh nasional dan pejabat publik baik di tingkat lokal dan juga nasional, sayang sekali bila hari ini AMPI jauh dari kata ideal Sebagai organisasi laboratorium Kepemimpinan kader muda Golkar
Demi tetap menjaga Marwah dan kehormatan AMPI, tidak ada cara lain yaitu selamat kan AMPI dari kepemimpinan JS yang dinilai tidak becus dalam memimpin dan menjalankan roda organisasi AMPI dari tahun pertama menjabat sampai detik ini
Saya percaya kepada Plt Ketum Omar syarif, Sekjend Andi Hendra, dan Bendum Rouli melakukan mekanisme Organisasi untuk mengembalikan semangat pembaharuan sebagai cita-cita awal deklarasi Pandaan 1978 sebuah kebutuhan Organisasi dan Pengurus AMPI Se-Indonesia
Adam Irham





