Politiknesia.com

Usai Tebar Hoaks Pembunuhan 40 Bayi, Joe Biden Kini Tuding Hamas Perkosa Wanita

Sahabat utama Israel, Presiden Joe Biden, menebar tudingan baru terhadap Hamas. Kali ini, dia menyebut pejuang Hamas berulang kali memperkosa wanita dan memutilasi tubuh mereka selama serangannya pada 7 Oktober 2023 di Israel selatan.

Reuters melaporkan, klaim Biden mengutip para penyintas dan saksi dari serangan tersebut.
Berbicara pada penggalangan dana politik di Boston, Biden mengatakan laporan tentang “kekejaman yang tak terbayangkan”telah dibagikan selama beberapa minggu terakhir.

“Laporan mengenai perempuan yang diperkosa – berulang kali diperkosa – dan tubuh mereka dimutilasi saat masih hidup, mayat perempuan dinodai, teroris Hamas menimbulkan rasa sakit dan penderitaan sebanyak mungkin pada perempuan dan anak perempuan dan kemudian membunuh mereka. Ini sangat mengerikan,” kata Biden, dikutip dari Reuters, Rabu (6/12).

Pada bulan Oktober lalu, Biden termakan hoaks yang disebar Israel dengan menyebut Hamas telah membunuh/memenggal 40 bayi saat menyerang Israel pada 7 Oktober. Gedung Putih pada 11 Oktober terpaksa menarik kembali klaim presiden berusia 81 tahun itu.

Hamas — parpol yang berkuasa di Gaza — dalam pernyataan tertulis via Telegram menyangkal tuduhan terbaru Biden itu.

“Kami mengutuk pengulangan tuduhan tidak berdasar yang dilakukan Biden bahwa pejuang kami melakukan kekerasan seksual terhadap warga Israel, mengulangi kebohongan tak berdasar ini adalah perilaku Zionis yang bertujuan untuk menutupi kejahatan perang genosida dan pembersihan etnis yang dilakukan oleh tentara kriminal pendudukan Nazi terhadap rakyat kami dengan dukungan persenjataan Amerika,” ujar Hamas.

Propaganda Biden Berlawanan
Propaganda Biden tersebut berlawanan dengan kesaksian sejumlah warga Israel selama ini yang mengaku diperlakukan baik oleh pejuang Hamas dkk saat menyerang Israel pada 7 Oktober.

Yasmin Porat, seorang wanita Israel yang sempat ditawan pejuang Palestina beberapa saat, menjelaskan, meskipun para pejuang membawa senjata, dia tidak melihat mereka menembak tawanan atau mengancam tawanan dengan senjata.

Porat menceritakan salah satu pejuang Palestina berbicara dengan bahasa Ibrani kepadanya saat itu: “Lihat saya baik-baik, kami tidak akan membunuhmu. Kami ingin membawa Anda ke Gaza. Kami tidak akan membunuhmu. Jadi tenanglah; kamu tidak akan mati.”

“Saya tenang karena saya tahu tidak akan terjadi apa-apa pada saya,” ujar Porat.
Porat justru melihat militer Israellah yang menembaki dan membom warganya sendiri untuk melumpuhkan pejuang Palestina.

Sejumlah warga Israel yang disandera ke Gaza juga menyunggingkan senyum saat dilepaskan dari penyanderaan selama gencatan senjata sementara yang berakhir 1 Desember 2023. Gestur mereka menampakkan mereka selama ini diperlakukan baik oleh pejuang Hamas dkk.(Sumber)