Politiknesia.com

Gubernur Melki Laka Lena Apresiasi Inovasi Mahasiswa, Abon Tuna Dinilai Mampu Dongkrak Ekonomi NTT

Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melki Laka Lena menilai produk abon ikan tuna hasil kolaborasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kota Kupang dan UKM Al Ijtihad mampu menjadi penggerak ekonomi lokal berbasis potensi perikanan.

“Anak-anak IMM bersama UKM Al Ijtihad bisa menjadi penggerak ekonomi lokal. Ini juga membuktikan bahwa potensi lokal bisa ditransformasikan menjadi produk berdaya jual tinggi,” katanya di Kupang, Selasa.

Menurut dia, lahirnya produk abon ikan tuna menunjukkan mahasiswa mampu menciptakan inovasi yang memberikan nilai tambah terhadap komoditas lokal, khususnya sektor perikanan yang menjadi salah satu potensi unggulan NTT.

Ia mengatakan provinsi kepulauan itu memiliki sumber daya kelautan yang melimpah, namun belum sepenuhnya diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

“Ini membuktikan bahwa NTT memiliki potensi besar, baik di darat maupun di laut. Potensi maritim kita belum sepenuhnya dikelola. Kehadiran produk ini menjadi bukti bahwa usaha berbasis potensi daerah mampu bertumbuh,” ujarnya.

Melki menjelaskan pemerintah provinsi terus memperkuat ekosistem ekonomi daerah melalui tiga gerakan utama, yakni One Village One Product (OVOP), One School One Product (OSOP), dan One Community One Product (OCOP) untuk mendorong lahirnya produk unggulan berbasis potensi lokal.

Menurut dia, pembangunan ekonomi NTT harus bergerak dari pola ekonomi berbasis komoditas mentah menuju ekonomi kreatif yang menghasilkan nilai tambah melalui hilirisasi produk.

Ia menilai pengembangan abon ikan tuna oleh IMM Kota Kupang bersama UKM Al Ijtihad menjadi contoh konkret hilirisasi hasil perikanan yang digerakkan kalangan mahasiswa dan komunitas pemuda.

Selain meningkatkan nilai jual hasil tangkapan nelayan, produk tersebut juga dinilai berpotensi membuka lapangan kerja baru pada sektor produksi, pengemasan, hingga pemasaran, sekaligus mendukung penyediaan pangan bergizi sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting di NTT.

“Melalui kebijakan One Community One Product, pemerintah juga berkomitmen mendorong produk-produk inovatif seperti abon ikan tuna naik kelas melalui penguatan pemasaran digital, gerakan Beli NTT, hingga jejaring ritel lokal NTT Mart sehingga mampu menjangkau pasar nasional bahkan internasional,” katanya.

Gubernur juga mengajak mahasiswa untuk mulai membangun usaha sejak di bangku kuliah, mengingat keterbatasan fiskal pemerintah membutuhkan peran aktif generasi muda dalam menciptakan lapangan kerja.

“Saya berharap adik-adik sekalian menjadi wirausahawan NTT yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan menggerakkan ekonomi daerah,” ujarnya.

Ia mengungkapkan hingga kini telah berkembang lebih dari 100 produk OVOP di berbagai kabupaten dan kota di NTT serta lebih dari 10 gerai NTT Mart by OSOP yang dikelola SMA, SMK, dan SLB sebagai sarana pemasaran produk lokal.

Pemilik UKM Al Ijtihad, Mutmainah Darajat Latif, mengatakan usaha yang dirintis sejak 2011 tersebut kini berkolaborasi dengan IMM Kota Kupang dalam mengembangkan produk abon ikan tuna sebagai bagian dari penguatan kewirausahaan mahasiswa.

“Kami berharap kemitraan bersama IMM dapat terus berjalan dengan baik sehingga produk ini semakin berkembang,” katanya.

Ia juga berharap produk abon ikan tuna tersebut dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk mengembangkan usaha serupa sekaligus memperluas akses pemasaran melalui berbagai jaringan, termasuk NTT Mart.(Sumber)