Banjir yang melanda di wilayah utara Kabupaten Pekalongan sejak Sabtu (31/12/2022) hingga saat ini belum juga surut.
Bahkan, air semakin meninggi membuat 899 jiwa pun harus mengungsi.
Pantauan Tribunjateng.com, Minggu (1/1/2023) siang di Desa Pacar, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan untuk ketinggian air mencapai 60 sentimeter hingga 1 meter.
Terlihat tim SAR gabungan, baik dari BPBD, Basarnas, SAR Bumi Santri, PMI, Bagana, hingga Tagana mondar-mandir menggunakan perahu karet mengevakuasi warga yang terjebak banjir.
Sekira 4 perahu karet yang standby di lokasi tersebut.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq meninjau lokasi banjir di Desa Pacar, dapur umum, dan lokasi pengungsian di Masjid Al Huda Dupantex Tirto.
“Setiap tahun memang Kabupaten Pekalongan langganan banjir.”
“Apalagi Pekalongan, robnya masih tinggi,” katanya Minggu (1/1/2023).
Pihaknya sudah merencanakan menambah dan memperbesar pompa banjir di Kecamatan Tirto.
“Itu yang akan kami lakukan tahun ini.”
“Memang anggarannya butuh besar.”
“Karena, itu kalau cuma dari kami mungkin sulit, harus melibatkan dari pusat maupun provinsi,” imbuhnya.
Kemudian, saat ini sudah ada ratusan jiwa yang mengungsi akibat banjir.(Sumber)





