Politiknesia.com

Deretan Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Yang Terkaya dan Termiskin, Siapa Saja?

Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru mencatat ragam kekayaan anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI periode 2024–2029. Dari kalangan politisi senior, pengusaha, seniman, hingga tokoh daerah, setiap legislator hadir dengan latar belakang berbeda yang memperlihatkan kekuatan sekaligus dinamika fraksi.

Mereka ditempatkan di berbagai komisi sesuai bidang keahlian, dan membawa fokus kerja yang merepresentasikan karakter masing-masing. Sebagai daftarnya, berikut kami sajikan 5 anggota Fraksi Partai Gerindra terkaya dan termiskin.

Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto menempati urutan teratas dengan harta Rp709,46 miliar. Putri Presiden kedua RI ini sudah lama dikenal aktif di dunia bisnis, terutama melalui kepemilikan aset properti dan investasi. Di DPR RI, ia duduk di Komisi IV yang membidangi pertanian, lingkungan hidup, dan kelautan. Fokusnya menyoroti program ketahanan pangan dan pemberdayaan petani, selaras dengan agenda nasional yang diusung Presiden Prabowo Subianto.

Di bawahnya, Ahmad Dhani Prasetyo mencatat harta Rp190,88 miliar. Musisi yang beralih menjadi politisi ini dipercaya masuk Komisi X yang mengurusi pendidikan, olahraga, pariwisata, dan kebudayaan. Dhani banyak berbicara tentang reformasi kurikulum, perlindungan seniman, dan penguatan industri kreatif. Sumber kekayaannya berasal dari royalti musik, usaha properti, serta bisnis hiburan.

La Tinro La Tunrung, politisi asal Sulawesi Selatan, melaporkan harta Rp152,10 miliar. Ia sebelumnya menjabat kepala daerah dan dikenal sebagai pengusaha di sektor perikanan. Kini bertugas di Komisi IV, La Tinro menaruh perhatian besar pada keberlanjutan perikanan rakyat serta penguatan nelayan tradisional.

Wardatul Asriah, legislator asal Kalimantan Selatan, menempati posisi berikutnya dengan harta Rp114,66 miliar. Latar belakangnya sebagai pengusaha memberi warna pada kiprah politiknya di Komisi VIII yang membidangi agama, sosial, dan pemberdayaan perempuan. Ia banyak menekankan perlunya penguatan lembaga keagamaan dan peningkatan perlindungan sosial di daerah.

Mohamad Hekal melengkapi lima besar dengan harta Rp92,28 miliar. Politisi yang juga pengusaha di sektor finansial ini ditempatkan di Komisi XI yang membidangi keuangan, perbankan, dan perencanaan pembangunan nasional. Ia kerap memberikan sorotan pada kebijakan moneter, stabilitas fiskal, serta dukungan bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Di sisi lain, sejumlah legislator Gerindra tercatat dengan kekayaan yang lebih sederhana. Sriyanto Saputro memiliki harta Rp2,98 miliar. Politisi asal Jawa Tengah ini berada di Komisi III yang membidangi hukum dan HAM. Konsistensinya terlihat dalam advokasi soal penegakan hukum, pemberantasan korupsi, dan penguatan lembaga peradilan.

Elnino M. Husein Mohi, tokoh asal Gorontalo, melaporkan harta Rp2,68 miliar. Ia duduk di Komisi V yang mengurusi infrastruktur, perhubungan, dan pembangunan desa. Isu yang kerap ia soroti adalah kesenjangan pembangunan di kawasan timur Indonesia, terutama akses transportasi darat dan laut.

Sugiat Santoso dengan harta Rp2,53 miliar menempati kursi di Komisi XI. Ia kerap mengkritisi kebijakan fiskal yang dianggap tidak berpihak pada masyarakat bawah, dengan penekanan pada perlunya keberpihakan APBN terhadap UMKM dan petani.

Azis Subekti tercatat memiliki harta Rp2,34 miliar. Penugasannya di Komisi VII membuatnya fokus pada isu energi, riset, dan lingkungan hidup. Ia sering mengingatkan pentingnya transisi energi yang adil serta dampak sosial di daerah pertambangan.

Sementara itu, Alimudin Kolatlena dari Maluku berada di posisi paling rendah dengan harta Rp615 juta. Meski jumlahnya jauh di bawah rekan-rekannya, ia membawa perspektif khas daerah kepulauan. Bertugas di Komisi VI yang mengurusi BUMN, perdagangan, dan industri, ia kerap mendorong kebijakan yang membuka ruang lebih besar bagi UMKM serta pemberdayaan ekonomi lokal.

Potret ini memperlihatkan bagaimana Fraksi Partai Gerindra dihuni oleh figur-figur dengan latar belakang dan tingkat kekayaan berbeda, namun bersama-sama menyalurkan aspirasi rakyat di Senayan. Dari politisi elite, musisi, hingga tokoh daerah, mereka menyatu dalam satu fraksi untuk mengawal kebijakan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.

Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI Terkaya dan Termiskin

Terkaya

Siti Hediati Soeharto – Rp709.467.168.702
Ahmad Dhani Prasetyo – Rp190.883.735.878
La Tinro La Tunrung – Rp152.107.374.066
Wardatul Asriah – Rp114.661.195.554
Mohamad Hekal – Rp92.288.792.500

Termiskin

Sriyanto Saputro – Rp2.984.494.034
Elnino M. Husein Mohi – Rp2.680.641.940
Sugiat Santoso – Rp2.530.204.427
Azis Subekti – Rp2.347.296.578
Alimudin Kolatlena – Rp615.052.962 {radaraktual}