Politiknesia.com

Menko Airlangga: Industri Sawit Harus Sustainability dan Demi Kesejahteraan Rakyat

Komoditas kelapa sawit masih menjadi salah satu subsektor pertanian yang terbukti mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

 

Sebagai negara produsen sawit terbesar di dunia, ekspor produk industri kelapa sawit Indonesia bahkan mampu menjangkau lebih dari 125 negara untuk keperluan pangan, energi, dan industri hilir lainnya.

“Potensi ekspor yang tinggi ini perlu terus kita dorong sejalan dengan peningkatan harga komoditas kelapa sawit yang masih tinggi untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam acara Borneo Forum ke-5 Tahun 2022 bertema Menuju Industri Sawit Borneo Lebih Berkelanjutan yang diselenggarakan oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Rabu (24/8).

Pemerintah, kata Airlangga, terus mengembangkan industri hilir kelapa sawit agar tidak hanya terkonsentrasi pada bahan baku, namun juga ke hilir bahkan sampai produk akhir.

Berbagai kerangka kebijakan komprehensif hingga kerja sama multipihak juga dilakukan agar sektor kelapa sawit mampu berkembang dengan tetap memperhatikan lingkungan.

Penetapan kerangka kebijakan tersebut mulai dari Sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO), Rencana Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAN-KSB) 2019-2024, hingga Program Strategis Nasional tentang Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

“Kontribusi sektor perkebunan kelapa sawit yang besar juga perlu terus diiringi dengan sustainability atau keberlanjutannya bagi lingkungan dan masyarakat luas agar sejalan dengan kaidah-kaidah pembangunan berkelanjutan,” ungkap Menko Airlangga.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran; Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji; Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor; Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor; Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang; serta DPRD Kalteng; Kejati Kalteng, dan beberapa pejabat lain.(Sumber)

Leave a Reply