Sejumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di berbagai daerah di seluruh Indonesia dilaporkan meninggal dunia yang diduga akibat kelelahan saat melakukan tugasnya pada Pemilu 2024.
Anggota DPR RI Mukhtarudin turut menyampaikan dukacita yang mendalam atas gugurnya sejumlah petugas KPPS saat bertugas mengawal Pemilu serentak 2024 tersebut.
“Saya menyampaikan turut berdukacita mendalam atas meninggalnya petugas KPPS,” ujar Mukhtarudin, Jumat 16 Februari 2024.
Politisi Golkar Dapil Kalimantan Tengah ini mengatakan pemerintah dalam hal ini penyelenggara pemilu untuk dapat memberikan kompensasi/santunan yang layak kepada keluarga korban, sebagai bentuk pertanggungjawaban.
Kendati demikian, Mukhtarudin berharap pihak penyelenggara Pemilu untuk melakukan upaya antisipasi dini agar tingkat kematian KPPS tak meningkat sesudah hari Pemilu
Salah satunya, lanjut Mukhtarudin dengan tetap menyiapkan posko kesehatan yang berisikan tim medis siaga pemilu. Sehingga apabila ada petugas KPPS yang mengalami kelelahan atau mengalami gangguan kesehatan pasca bertugas.
“Dapat segera diberikan penanganan oleh tim medis sedini dan seoptimal mungkin,” pungkas Mukhtarudin.
Diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat mengungkapkan sebanyak 6 orang anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dan satu orang Panitia Pemungutan Suara (PPS) meninggal dunia selama proses pemungutan suara berlangsung. Mereka diduga mengalami kelelahan.
Selain itu terdapat 1.335 KPPS yang mendapatkan perawatan karena mengalami kelelahan. Termasuk dari anggota PPK 51 orang, PPS 336 orang dan Linmas 243 orang.(Sumber)





